0 Comments

Masuk ke rumah.

Living room:

cantik.

Kitchen:

modern.

Bedroom:

aesthetic.

Halaman belakang:

Instagramable.

Lima belas menit kemudian:

“Kayaknya gue suka rumah ini.”

Wait.

😂

Membeli rumah tentu berbeda dengan membeli:

sofa.

Rumah bisa terlihat sempurna saat pertama kali dikunjungi, tetapi masalah yang sebenarnya baru terasa setelah Anda tinggal di sana selama:

berbulan-bulan.

Atap bocor.

Kamar panas.

Tekanan air kecil.

Jalan depan berisik.

Parkir susah.

Tetangga ternyata mempunyai:

karaoke set 5.000 watt.

Karena itu salah satu kesalahan saat membeli rumah adalah terlalu cepat jatuh cinta pada penampilan dan melupakan bagaimana rumah tersebut akan digunakan dalam:

kehidupan sehari-hari.

Berikut beberapa hal yang layak diperhatikan ketika melakukan house viewing.

1. Jangan Mulai dari Interior

Interior adalah bagian yang paling mudah membuat calon pembeli:

tertarik.

Cat baru.

Furniture bagus.

Lampu warm.

Dekorasi minimalis.

Tetapi banyak dari hal tersebut bisa:

diubah.

Sebaliknya, lokasi rumah jauh lebih sulit untuk:

diubah.

Sebelum sibuk membayangkan sofa akan diletakkan di mana, lihat dulu:

jalan,

akses,

lingkungan,

dan posisi rumah.

Interior bisa direnovasi.

Lokasi?

Tidak bisa dipindahkan.

2. Datang ke Lingkungan pada Waktu Berbeda

Anda melihat rumah hari:

Minggu jam 10 pagi.

Tenang.

Damai.

Tidak ada kendaraan.

Perfect.

Kemudian setelah pindah baru tahu Senin sampai Jumat pukul 07.00 jalan depan berubah menjadi:

macet total.

😂

Kalau rumah tersebut benar-benar masuk shortlist, coba kunjungi area pada waktu:

pagi,

siang,

sore,

atau malam.

Karakter sebuah neighborhood bisa berubah cukup drastis berdasarkan:

waktu.

3. Dengarkan Suara di Sekitar Rumah

Saat viewing, jangan hanya:

melihat.

Diam sebentar dan:

dengarkan.

Apakah terdengar:

jalan raya,

kereta,

pesawat,

sekolah,

tempat hiburan,

aktivitas bisnis,

atau suara lain?

Sebagian orang tidak masalah tinggal dekat jalan:

ramai.

Sebagian lagi membutuhkan:

ketenangan.

Tidak ada pilihan yang universal.

Yang penting Anda mengetahui kondisinya sebelum:

membeli.

4. Perhatikan Arah Matahari

Ini sering dianggap:

sepele.

Padahal posisi rumah terhadap matahari dapat memengaruhi:

cahaya alami,

temperatur,

kenyamanan ruangan,

dan penggunaan energi.

Datang pukul 10 pagi dan living room terlihat:

terang.

Bagaimana pukul:

16.00?

Apakah kamar tertentu menerima panas matahari langsung selama:

berjam-jam?

Perhatikan orientasi rumah dan posisi:

jendela.

5. Buka Semua Jendela

Serius.

Jangan hanya:

lihat.

Coba buka.

Apakah:

lancar?

Sulit?

Macet?

Ada bagian rusak?

Kemudian perhatikan apakah udara dapat mengalir dengan:

baik.

Ventilasi yang bagus membuat rumah terasa jauh lebih:

nyaman.

Terutama pada area dengan cuaca:

hangat.

6. Periksa Tanda-Tanda Kelembapan

Lihat bagian:

plafon,

sudut dinding,

area sekitar jendela,

kamar mandi,

dan bagian bawah dinding.

Perhatikan apakah terdapat:

noda,

cat mengelupas,

bau lembap,

atau perubahan warna.

Tidak semua noda berarti ada masalah besar.

Tetapi tanda seperti ini layak ditanyakan dan:

diperiksa.

Cat baru juga bisa membuat masalah lama menjadi lebih sulit:

terlihat.

7. Lihat Plafon

Orang masuk rumah biasanya melihat:

depan.

Jarang melihat:

atas.

Padahal plafon dapat memberikan banyak:

clue.

Apakah ada:

noda air?

Retakan?

Perubahan warna?

Bagian yang terlihat baru dicat hanya pada satu:

spot?

Kalau ada sesuatu yang mencurigakan, tanyakan:

kenapa.

8. Perhatikan Retakan pada Dinding

Retakan kecil pada finishing tidak selalu berarti masalah:

struktur.

Bangunan dapat mengalami berbagai jenis:

movement.

Namun retakan tertentu memang layak mendapatkan pemeriksaan lebih:

serius.

Terutama jika:

besar,

memanjang,

berulang,

atau berada pada area tertentu di sekitar struktur.

Jangan mencoba mendiagnosis sendiri hanya dari:

internet.

Kalau ragu, gunakan inspector atau profesional yang:

kompeten.

9. Tes Tekanan Air

Salah satu hal yang harus diperiksa sebelum membeli rumah adalah sesuatu yang sangat sederhana:

air.

Buka keran.

Shower.

Flush toilet.

Lihat tekanan:

air.

Bayangkan sudah pindah.

Pagi hari.

Terlambat kerja.

Masuk shower.

Airnya:

psssss…

😭

Lebih baik tahu sekarang.

10. Perhatikan Drainase

Air keluar dengan baik?

Sekarang perhatikan apakah air juga:

pergi dengan baik.

Sink yang lambat mengalir bisa menunjukkan adanya masalah:

drainage.

Periksa:

kitchen sink,

bathroom sink,

shower,

dan area lain yang menggunakan saluran:

air.

Masalah plumbing sederhana mungkin mudah diperbaiki.

Tetapi Anda tetap perlu mengetahui kondisinya sebelum membuat:

keputusan.

11. Flush Toilet

Yes.

Flush.

😂

Anda sedang mempertimbangkan membeli rumah.

Tidak perlu malu mengetes:

toilet.

Perhatikan apakah:

flush normal,

air berhenti dengan benar,

ada kebocoran,

atau terdengar suara yang tidak:

biasa.

House viewing bukan museum.

Anda memang perlu mengecek bagaimana rumah:

berfungsi.

12. Periksa Area di Bawah Sink

Buka cabinet di bawah:

sink.

Lihat apakah terdapat:

kelembapan,

noda,

bau,

atau bekas kebocoran.

Area seperti ini sering tidak terlihat saat hanya berjalan cepat melewati:

ruangan.

Padahal kebocoran kecil yang berlangsung lama dapat menyebabkan masalah:

lain.

Jangan Terkecoh dengan Cat Baru

Fresh paint membuat rumah terasa:

baru.

Dan memang bisa menjadi hal:

positif.

Tetapi jangan berhenti pada:

warna.

Perhatikan kondisi permukaan:

dinding.

Apakah terdapat area dengan texture berbeda?

Patch?

Noda yang tertutup?

Tanyakan apakah rumah baru saja:

dicat.

Tidak berarti ada sesuatu yang disembunyikan.

Tetapi informasi tetap:

berguna.

Cek Lantai Saat Berjalan

Jangan cuma lihat motif:

flooring.

Rasakan ketika:

berjalan.

Apakah ada bagian:

turun,

naik,

berbunyi,

atau terasa tidak:

solid?

Jenis lantai berbeda mempunyai karakter berbeda.

Tetapi perubahan yang mencolok layak:

diperhatikan.

Perhatikan Bau Rumah

Hidung sering menemukan sesuatu sebelum:

mata.

Apakah ada bau:

lembap?

Moldy?

Sewage?

Smoke?

Pet?

Atau fragrance yang sangat:

kuat?

Rumah yang menggunakan terlalu banyak air freshener bukan otomatis mempunyai:

masalah.

Tetapi tetap coba perhatikan aroma dasarnya.

Jangan Lupakan Storage

Rumah terlihat:

luas.

Tapi closet?

Kecil.

Tidak ada:

storage room.

Kitchen cabinet sedikit.

Setelah pindah, semua barang akhirnya berada:

di luar.

Saat viewing, bayangkan barang yang memang Anda:

miliki.

Bukan rumah kosong yang terlihat luas karena hampir tidak ada:

barang.

Buka Lemari Built-In

Kalau termasuk dalam properti, periksa:

cabinet,

wardrobe,

dan built-in storage.

Lihat kondisi:

engsel,

pintu,

bagian dalam,

dan tanda kelembapan.

Tidak perlu menginspeksi setiap sekrup.

Tetapi setidaknya ketahui kondisi:

umumnya.

Ukur Ruangan yang Penting

Bedroom terlihat:

besar.

Tetapi apakah king bed Anda muat?

Living room terlihat:

panjang.

Apakah sofa sectional Anda cocok?

Kalau sudah serius mempertimbangkan properti, bawa:

meteran.

Ukuran visual bisa:

menipu.

Terutama ketika rumah menggunakan furniture staging yang ukurannya dipilih agar ruangan terlihat:

lebih besar.

Bayangkan Rumah Tanpa Furniture Staging

Staging memang dibuat agar properti terasa:

menarik.

Furniture kecil.

Dekorasi minimal.

Tidak banyak barang.

Hasilnya?

Ruangan terasa:

besar.

Coba bayangkan dengan:

TV Anda,

sofa Anda,

lemari Anda,

meja kerja Anda,

dan semua barang yang benar-benar akan:

dibawa.

Baru nilai apakah ukurannya masih:

cukup.

Lihat Jumlah Stopkontak

Zaman sekarang hampir semuanya butuh:

listrik.

TV.

Laptop.

Phone.

Router.

Kitchen appliances.

Gaming PC.

Monitor.

Air purifier.

Vacuum.

Dan entah kenapa tetap saja kita kekurangan:

colokan.

😂

Lihat posisi outlet dan apakah layout-nya masuk akal untuk kebutuhan:

Anda.

Untuk kondisi sistem listrik secara keseluruhan, pemeriksaan profesional tetap lebih:

tepat.

Cek Sinyal Ponsel

Simple.

Ambil phone.

Lihat:

signal.

Coba internet.

Terutama kalau rumah berada di area:

suburban,

rural,

atau dikelilingi bangunan tertentu.

Wi-Fi bisa dipasang.

Tetapi kalau mobile signal sangat buruk, Anda sebaiknya mengetahuinya:

sebelum pindah.

Cari Tahu Pilihan Internet

Remote work?

Gaming?

Streaming?

Internet adalah kebutuhan:

utama.

Cari tahu provider apa yang tersedia dan jenis koneksi yang dapat:

dipasang.

Jangan mengasumsikan semua rumah mendapatkan:

fiber.

Dua rumah yang hanya berjarak beberapa jalan bisa mempunyai availability yang:

berbeda.

Periksa Area Parkir

Punya:

dua mobil?

Garage hanya muat:

satu.

Driveway pendek.

Street parking terbatas.

Ini bisa menjadi masalah harian yang jauh lebih mengganggu daripada warna:

kitchen cabinet.

Kalau garage tersedia, cek:

ukurannya.

Mobil modern terutama SUV dan pickup bisa cukup:

besar.

Jangan Hanya Melihat Garasi dari Pintu

Masuk.

Lihat apakah benar-benar cukup untuk:

kendaraan.

Apakah masih ada ruang membuka:

pintu?

Storage?

Motor?

Sepeda?

Tools?

Garage yang secara teknis disebut two-car garage belum tentu nyaman untuk dua kendaraan:

besar.

Perhatikan Jalan Masuk

Driveway terlalu:

curam?

Sempit?

Ada blind spot?

Sulit keluar ketika traffic:

ramai?

Bayangkan melakukan aktivitas tersebut:

setiap hari.

Hal yang terasa kecil selama viewing bisa menjadi sangat mengganggu setelah dilakukan:

500 kali.

Lihat Kondisi Atap dari Luar

Anda mungkin tidak bisa menilai kondisi roof secara detail tanpa:

professional.

Tetapi visual inspection dasar tetap:

berguna.

Apakah ada bagian yang terlihat:

rusak?

Tidak rata?

Material hilang?

Talang bermasalah?

Kemudian tanyakan:

umur atap.

Roof replacement bisa menjadi salah satu maintenance cost yang cukup:

besar.

Tanyakan Umur Sistem Penting

Beberapa komponen rumah mempunyai service life:

terbatas.

Misalnya:

roof,

water heater,

HVAC,

dan appliances tertentu.

Bukan berarti rumah dengan sistem lama harus:

dihindari.

Tetapi usia komponen membantu memperkirakan kemungkinan biaya yang akan datang dalam beberapa:

tahun.

HVAC Jangan Dilupakan

Heating dan cooling berpengaruh besar terhadap:

kenyamanan.

Tanyakan:

umur sistem,

riwayat maintenance,

dan kondisi terakhirnya.

Kalau memungkinkan, lihat apakah sistem beroperasi dengan:

normal.

Di wilayah dengan musim panas atau dingin ekstrem, HVAC bukan sekadar fitur:

tambahan.

Lihat Kondisi Outdoor

Jangan hanya fokus pada:

interior.

Kelilingi bagian luar rumah jika:

memungkinkan.

Perhatikan:

dinding luar,

drainage,

halaman,

pohon,

fence,

dan permukaan tanah di sekitar:

bangunan.

Masalah exterior sering berhubungan dengan biaya maintenance yang tidak terlihat saat pertama kali masuk:

rumah.

Pohon Besar Itu Cantik, Tapi…

Pohon dewasa memberikan:

shade.

Privacy.

Landscape yang bagus.

Tetapi lihat posisinya.

Apakah terlalu dekat dengan:

rumah?

Ada cabang besar di atas:

roof?

Akar terlihat mengganggu:

driveway?

Tidak berarti pohon harus ditebang.

Hanya perlu memahami kebutuhan:

maintenance.

Lihat Drainase Halaman

Setelah hujan, ke mana air:

mengalir?

Idealnya air tidak terus berkumpul dekat:

foundation.

Perhatikan bentuk tanah dan sistem drainage yang:

tersedia.

Kalau memungkinkan, melihat rumah setelah hujan justru bisa memberikan informasi yang tidak terlihat saat cuaca:

cerah.

Perhatikan Privasi

Buka curtain.

Apa yang terlihat?

Garden?

Mountain?

Atau jendela tetangga tepat menghadap:

bedroom?

😂

Privasi sangat subjektif.

Sebagian orang tidak masalah.

Tetapi kalau privacy penting bagi Anda, jangan baru menyadarinya setelah:

pindah.

Coba Bayangkan Aktivitas Harian

Jangan hanya bertanya:

“Rumah ini bagus nggak?”

Tanyakan:

“Hidup gue di rumah ini bakal nyaman nggak?”

Bangun pagi.

Mandi.

Buat breakfast.

Keluar kerja.

Parkir.

Bawa groceries.

Laundry.

Buang sampah.

Kerja dari rumah.

Tidur.

Apakah layout mendukung aktivitas:

tersebut?

Kitchen Cantik Belum Tentu Praktis

Marble countertop.

Pendant light.

Gold faucet.

Beautiful.

Sekarang cek:

storage.

Counter space.

Posisi:

stove,

sink,

refrigerator.

Kalau Anda sering memasak, fungsi kitchen jauh lebih penting daripada:

Instagramability.

Cek Laundry Area

Mesin cuci diletakkan:

di mana?

Apakah ada dryer?

Ventilation?

Drainage?

Storage untuk detergent?

Laundry mungkin tidak menarik untuk dibahas saat house viewing.

Tapi setelah tinggal?

Anda akan menggunakannya terus:

menerus.

Perhatikan Tangga

Rumah dua atau tiga lantai terlihat:

impressive.

Tetapi pertimbangkan kebutuhan jangka:

panjang.

Anak kecil?

Orang tua?

Pet?

Mobilitas?

Membawa laundry naik turun?

Tidak ada jawaban benar atau:

salah.

Yang penting layout sesuai dengan cara Anda:

hidup.

Jangan Abaikan Neighborhood

Rumah adalah satu bagian dari:

keputusan.

Lingkungan adalah bagian:

lainnya.

Perhatikan:

akses grocery,

healthcare,

school,

transportation,

park,

restaurant,

dan kebutuhan rutin lainnya.

Tidak semuanya harus dekat.

Tetapi Anda perlu mengetahui trade-off:

lokasinya.

Coba Perjalanan ke Tempat yang Sering Dikunjungi

Google Maps bilang:

20 menit.

Jam 11 siang.

Bagaimana jam:

07.30?

Kalau commuting penting, cek perkiraan perjalanan pada waktu yang memang akan Anda:

gunakan.

Selisih 15 menit sekali jalan berarti sekitar:

30 menit sehari.

Dalam setahun?

Banyak.

Cari Tahu Rencana Pembangunan Sekitar

Tanah kosong di belakang rumah sekarang terlihat:

tenang.

Tetapi apakah ada pembangunan yang sudah:

direncanakan?

Perubahan lingkungan bisa memengaruhi:

traffic,

noise,

view,

dan karakter area.

Informasi perencanaan lokal bisa menjadi bagian penting dari due:

diligence.

Jangan Hanya Datang Sekali

Kalau harga rumah cukup besar dan Anda benar-benar:

serius,

second viewing sangat masuk:

akal.

Kunjungan pertama biasanya penuh:

emotion.

Kunjungan kedua lebih mudah dilakukan dengan:

logika.

Pada viewing kedua, Anda bisa memperhatikan detail yang sebelumnya:

terlewat.

Ambil Foto untuk Dibandingkan

Setelah melihat:

5 rumah,

kitchen rumah nomor 2 mulai bercampur dengan bedroom rumah nomor:

😂

Kalau diperbolehkan, ambil foto atau video untuk:

reference.

Catat juga:

kelebihan,

kekurangan,

dan hal yang perlu:

ditanyakan.

Jangan mengandalkan memory saja.

Buat Checklist Sebelum Viewing

Ini sangat membantu agar perhatian tidak hanya tersedot ke bagian rumah yang:

cantik.

Checklist sederhana bisa mencakup:

lokasi,

noise,

roof,

walls,

water,

plumbing,

windows,

HVAC,

storage,

parking,

internet,

dan neighborhood.

Dengan checklist, setiap rumah dinilai menggunakan standar yang relatif:

sama.

Jangan Takut Bertanya

Kapan roof terakhir:

diganti?

Apakah pernah ada:

water damage?

Berapa umur:

HVAC?

Ada renovation?

Kenapa property:

dijual?

Apa yang termasuk dalam:

sale?

Pertanyaan tidak berarti Anda cerewet.

Anda sedang mempertimbangkan salah satu keputusan finansial terbesar dalam:

hidup.

Dokumen Tetap Harus Diperiksa

House viewing hanya menunjukkan kondisi yang bisa Anda:

lihat.

Ada hal lain yang membutuhkan pemeriksaan:

dokumen,

legal status,

disclosure,

tax,

insurance,

dan informasi property lainnya.

Detailnya berbeda berdasarkan:

lokasi.

Gunakan profesional yang sesuai jika diperlukan.

Home Inspection Bukan Formalitas

Rumah terlihat:

bagus.

Baru direnovasi.

Berarti tidak perlu:

inspection?

Jangan langsung menyimpulkan begitu.

Professional home inspection dapat membantu mengidentifikasi kondisi berbagai bagian rumah yang tidak mudah diketahui oleh pembeli:

biasa.

Inspection juga memberikan gambaran lebih realistis mengenai kemungkinan:

maintenance.

Rumah Bekas Tidak Harus Sempurna

Ini juga penting.

Rumah yang sudah digunakan hampir pasti mempunyai:

imperfection.

Cat lecet.

Handle longgar.

Flooring tergores.

Hal kecil seperti itu biasanya jauh berbeda dari masalah:

structural

atau sistem penting.

Belajar membedakan:

cosmetic issue

dan:

functional issue.

Jangan menolak rumah bagus hanya karena warna dindingnya:

jelek.

Cat bisa diganti.

Hitung Biaya Setelah Membeli

Harga listing:

$X.

Tetapi biaya rumah tidak berhenti pada:

purchase price.

Pertimbangkan kemungkinan:

insurance,

property tax,

utilities,

maintenance,

repairs,

HOA jika ada,

dan renovation.

Rumah yang sedikit lebih murah tetapi membutuhkan banyak pekerjaan bisa akhirnya menjadi:

lebih mahal.

Buat Daftar Must-Have dan Nice-to-Have

Must-have:

3 bedroom.

Parking.

Home office.

Lokasi tertentu.

Nice-to-have:

Kitchen island.

Fireplace.

Huge backyard.

Walk-in closet.

Ini membantu ketika harus:

berkompromi.

Karena hampir tidak ada rumah yang memenuhi:

100% wishlist.

Jangan Biarkan Dekorasi Menentukan Keputusan

Anda tidak suka:

wallpaper.

Curtain jelek.

Lampu aneh.

Karpet bukan warna favorit.

Semua itu relatif mudah:

diubah.

Sebaliknya:

layout buruk,

lokasi tidak cocok,

ruangan terlalu kecil,

atau kondisi struktur bermasalah

jauh lebih sulit:

diperbaiki.

Prioritaskan hal yang sulit:

diubah.

Jangan Terburu-Buru karena FOMO

House hunting bisa:

emosional.

Terutama ketika market bergerak:

cepat.

Ada perasaan:

“Kalau gue nggak ambil sekarang, pasti diambil orang.”

Mungkin benar.

Tetapi keputusan besar tetap membutuhkan:

due diligence.

Lebih baik kehilangan satu rumah daripada membeli rumah yang ternyata tidak sesuai kebutuhan:

Anda.

Rumah yang Bagus Belum Tentu Rumah yang Tepat

Ada rumah:

besar.

Beautiful.

Luxury kitchen.

Huge backyard.

Tetapi commute:

90 menit.

Ada rumah lain:

lebih kecil.

Desain biasa.

Tetapi dekat kerja, grocery, dan tempat yang sering Anda:

kunjungi.

Mana yang lebih baik?

Tergantung:

hidup Anda.

Property bukan hanya tentang spesifikasi.

Ini tentang bagaimana tempat tersebut cocok dengan kehidupan:

sehari-hari.

Checklist Singkat Sebelum Membeli Rumah

Saat viewing, setidaknya periksa:

  1. Lokasi dan akses.
  2. Kondisi neighborhood.
  3. Noise.
  4. Pencahayaan alami.
  5. Ventilasi.
  6. Dinding dan plafon.
  7. Kondisi lantai.
  8. Tekanan air dan drainage.
  9. Roof dan exterior.
  10. HVAC dan sistem penting.
  11. Parking dan storage.
  12. Layout serta fungsi ruangan.

Setelah rumah lolos pemeriksaan awal, barulah lanjutkan dengan pemeriksaan profesional dan due diligence yang:

diperlukan.

Kesimpulan

Salah satu kesalahan saat membeli rumah yang paling mudah dilakukan adalah terlalu fokus pada:

penampilan.

Kitchen cantik memang menyenangkan.

Living room aesthetic juga:

nice.

Tetapi setelah beberapa bulan tinggal di sana, hal yang jauh lebih terasa justru:

air,

suhu,

noise,

parking,

storage,

layout,

commute,

dan kondisi bangunan.

Karena itu jangan melihat rumah hanya sebagai:

foto listing.

Lihat sebagai tempat Anda akan menjalani kehidupan:

setiap hari.

Periksa detail.

Datang lebih dari sekali jika:

memungkinkan.

Ajukan pertanyaan.

Gunakan professional inspection ketika:

diperlukan.

Dan yang paling penting:

jangan membeli rumah hanya karena Anda jatuh cinta dalam 15 menit pertama.

Rumahnya boleh bikin:

jatuh cinta.

Keputusannya tetap harus pakai:

kepala. 😂

Related Posts